Kepada siapa anak Anda mengungkapkan pikiran dan perasaannya saat mengalami suatu peristiwa menyenangkan atau menyedihkan? Apakah kepada Anda selaku orangtuanya, atau kepada orang lain, pengasuh, kakek, nenek, teman, atau orangtua temannya?
Kalau anak tak segera datang kepada Anda selaku orangtuanya, ini tandanya kepercayaan anak terhadap orangtuanya tak terbangun dengan baik. Oleh karenanya rasa percaya itu perlu ditumbuhkan oleh orangtua sejak anak masih balita.
Rasa percaya anak adalah bekal penting agar pada kemudian hari, anak bisa berkomunikasi dengan baik kepada orangtuanya.
Rasa percaya ini dapat ditumbuhkan sedari dini, sejak masih bayi. Caranya, orangtua merespons kebutuhan bayi yang hanya bisa mereka sampaikan dengan menangis.
Umumnya, ada tiga kebutuhan bayi. Ia merasa lapar atau haus, bosan, atau ketika popoknya basah. Bayi akan menangis jika mereka merasakan salah satu atau ketiga hal tersebut. Kalau orangtua selalu merespons dengan berkomunikasi kepada bayi, lalu memenuhi kebutuhan bayi dengan tanggap, maka yang terjadi adalah orangtua tengah menumbuhkan rasa percaya tersebut.
Orangtua yang tanggap memenuhi kebutuhan anak sejak bayi menumbuhkan rasa percaya, yang kemudian terkait dengan kepercayaan diri anak dan penghargaan anak terhadap dirinya sendiri.
"Anak perlu tahu kalau ia dicintai tanpa syarat,"
Terpenuhinya kebutuhan anak, terutama saat balita, dengan tanggapan cepat dari orangtuanya, membuat anak merasa dicintai.
"Anak akan merasa berharga. Orangtua yang cepat tanggap merespons tangisan bayi misalnya, dan segera memenuhi kebutuhan bayi, tidak lantas membuat anak menjadi manja. Justru anak bisa mengatur dirinya di kemudian hari karena kebutuhannya selalu terpenuhi sejak bayi,".
Kebiasaan orangtua yang tanggap ini juga membangun ikatan batin kuat antara orangtua dan anak. Ikatan inilah yang terus berkembang hingga anak tumbuh besar. Hubungan yang kuat membuat anak akan selalu datang ke orangtuanya setiap kali mengalami masalah.

0 komentar:
Post a Comment